Translate

Rabu, 13 Maret 2013

banyak kesalahan di dalam lingkup sekolah !!!

Deddy Corbuzier mengatakan .......

Sekitar 4 tahun yg lalu, saya mengadakan seminar di sekolah ternama, dan hasil seminar saya sangat amat mengguncang sekolah tersebut karena setelah seminar itu selesai banyak guru-guru dan kepala sekolah mengatakan yang saya katakan tidak layak dikatakan untuk para murid yang mendengarkan pada saat itu, ( karena saya lebih pro ke murid di bandingkan ke sekolah tersebut ) .

yang saya katakan adalah .....

Sekolah itu penting, jadi bukan mengatakan anda tidak harus sekolah, jangan sampai kesana larinya, tapi saya ingin mengatakan bahwa walaupun sekolah itu penting banyak hal yang salah di dalam sekolah, terutama di Indonesia, MENGAPA ???
Begini saja anda pasti tau anak-anak yang jelek nilai sekolahnya atau ia tidak berhasil di sekolah tapi besarnya bisa sukses, sedangkan anak-anak yang berhasil di sekolah ( saya tidak mengatakan tidak bisa sukses ) tapi banyak sekali yang akhirnya bekerja menjadi pegawai biasa , MENGAPA HAL ITU BISA TERJADI ???

KARENA MASA DEPAN TIDAK DI TENTUKAN OLEH SEKOLAH !!!

kalau anda liat bahwa APASIH YANG INGIN DI BENTUK OLEH SEKOLAH ?
kalau menurut saya hanya satu , sekolah ingin membentuk anak-anaknya menjadi GURU, jadi guru matematika ingin membuat anak-anaknya menjadi guru matematika, guru kimia ingin membentuk anak-anaknya menjadi guru kimia, begitu juga dengan guru-guru lainya. Anehnya jika kita ambil seorang guru matematika lalu kita berikan dia tes geografi, saya yakin bahwa guru matematika tersebut tidak bisa menguasai geografi, atau guru kimia kita tes seni rupa saya yakin guru tersebut tidak bisa mendapatkan nilai baik pada bidang yg ia tidak kuasai .

LALU MENGAPA JIKA GURU-GURU TERSEBUT TIDAK BISA MENGUASAI HAL YANG LAIN DENGAN BAIK, TAPI MURID-MURIDNYA DI PAKSAKAN UNTUK MENDAPAT NILAINYA BAIK ???

KALAU GURU-GURUNYA HANYA MENGUASAI SATU MATA PELAJARAN, MENGAPA SEMUA MIRID HARUS MENGUASAI SEMUA MATA PELAJARAN ???

ya, mungkin untuk dasar KATANYA !!!

Tapi toh ternyata ketika sudah dewasa, sang guru sadar bahwa dia tidak memerlukan semua ilmu pelajaran yang di berikan ketika ia kecil, iya tidak ? karena pada dasarnya tidak ada manusia yang bisa sempurna di dalam segala hal begitu juga dengan murid-murid. Murid-murid tidak akan bisa menguasai semua hal secara baik. Dan banyak sekali pelajaran-pelajaran yang di berikan dan tidak akan di gunakan ketika anda dewasa, contohnya mempelajari peta buta, saya sampai sekarang tidak mengerti mengapa saya harus mempelajarinya, saya tidak menjadi ahli geographi, saya tidak menjadi tour guide, saya tidak menjadi itu. Lalu buat apa saya belajar itu ? jika saya ingin menjadi tour guide atau saya ingin menjadi ahli geografi mungkin saya  butuh belajar hal tersebut .

Dulu pada saat saya masih sekolah guru akuntan saya mengatakan pada saya ( karena nilai akuntan saya jelek ) " kalu nilai akutansi kamu jelek ded, kamu tidak akan bisa menjadi orang sukses ! " , oh ya ? Ternyata saya bisa sukses dan bisa membayar seorang akuntan untuk bekerja pada saya , itu adalah fakta.

Sekarang begini sajalah, apakah yang harus di rubah ? sekolahnya ? atau mungkin SISTEMnya !

Mengapa tidak sejak kecil, sejak anak masuk sekolah dasar kita lihat dulu bebarapa lama apa yang anak tersebut suka , lalu kita bagi kelasnya , jika anak tersebut suka matematika, berikan pelajaran matematika lebih banyak, jika anak tersebut suka sejarah berikan sejarah lebih banyak , jadi seperti orang kuliah tapi sejak kecil , jadi sejak kecil anak tersebut sudah di juruskan ke hal-hal yang dia suka, bukan  di jejalkan yang dia suka atau tidak suka harus bisa harus hafal. Memang ada anak-anak dengan ranking 1 yang bisan menghafalkan semuanya tapi begitu dia dewasa pikiranya telah terkotaki, kreativitasnya telah buntu, otak kanannya tidak akan jalan, mengapa ? karena sejak kecil yang di pakai hanya otak kiri, menghafal, menghafal, dan menghafal . Jadi akhirnya Bukan Pintar, Bukan Cerdik, tapi Jago Menghafal . Biasanya anak" seperti itu pelajaran olahraga atau pelajaran seni rupanya jelek , karena otak kanannya tidak akan di pakai.

Kalau seandainya orang tua mendukung apa yang anaknya suka dalam mata pelajaran miungkin dia bisa lebih berhasil nanti kedepanya, begini pelajaran matematika merah dan pelajaran sejarah bagus, mengapa yang harus di les'in di rumah pelajaran matematika ? tidak perlukan ? kenapa tidak di les'in yang memang anak itu suka ? , jika anak saya nilai matematikanya jelek dan seni rupa'nya bagus saya akan les'in dia seni rupa, supaya bakatnya di kembangkan sejak kecil.Bukan memaksakan hal yang memang ia tidak suka, jiuka seni rupanya jelek dan sejarahnya bagus biarkan seni rupanya jelek dan sejarahnya di bantu oleh orang tuanya di rumah . Memang ada pelajaran-pelajaran yg jika jelek atau nilainya merah anda tidak naik kelas, dan palajaran seperti itu ddi bantu agar mendapat nilai secukupnya, tidak perlu sembilan , tidak perlu sepuluh, ingat NILAI PELAJARAN ANDA TIDAK MENENTUKAN MASA DEPAN ANDA , anda ranking satu di sekolah bukan berarti anda sukses menjadi seorang manusia kelak ketika anda dewasa, sama sekali tidak berhubungan .

Kuncinnya adalah orang tua di sini orang tua harus mendukung apa yang anaknya suka, kalau ada pelajaran yang jelek dasn ada pelajaran yang baik dukung pelajaran yang baik bukan memaksa anaknya mempelajari pelajaran yang jelek sampai dia bagus, sampai nilainya sembilan atau sepuluh, tidak penting. Tidaj perlyu takut untuk mendapatkan nilai jelek tidak perlu takut untuk, tidak naik kelas, tidak naik kelas bukan berarti masa depan anda hancur, ada lho anak yang sampai bunuh diri karna tidak naik kelas, itu yang hancur masa depannya, saya pernah tidak naiuk kelas, masalah ? tidak sama sekali, ortu marah ? tidak sama sekali, kebetulan ortu saya mungkin berfikiran modern tidak semua orang tua bisa seperti itu, tapi itulah yg saya harapkan dari orangtua jaman sekarang, memberikandukungan kepada anak"nya, tidak memarahi ketika nilainya jelek, karena tidak semua pelajaran anak itu bisa menjadi baik, kita harus mengerti, dan mendukung apa yang anak itu suka, anda harus tau.

Bahwa ,masa depan anak tidak tergantung dari pintar tidanya dia di sekolah, tidak tergantung dari dia nai kelas atau tidak, masa depan anda tidak tergantung dari nilai rapot anda, tapi masa depan anda sebenarnya tergantung dari cara anda bersosialisasi dan menambah ilmu pengetahuan setiap harinya yang bisa di dapat dari mana" , dari internet, majalah, dari cerita, dari pengalaman orang YANG ANDA SUKA .

Saya punya teman yang kecilnya nilai sekolahnya jelek karena dia suka main game, dan sekarang dia mempunyai toko game terbesar di indonesiaa, kaya raya . Masa depan anda tidak tergantuk dari nil;ai sekolah anda, masa depan anda ada di tangan anda, jangan takut untuk mendapatkan nilai merah di sekolah kadang merah artinya SUKSES untuk masa depan .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar